Selasa, 26 Juli 2016

PRICING STRATEGY


Di Era Abad 21 ini, Bisnis sangat ketat dalam persaingan. Bahkan banyak terjadi kompetisi dalam bisnis, akan tetapi dalam bidang penjualan hanya 2 persaingan yang ada dalam bisnis apapun, yaitu PRICE WAR and VALUE WAR. Kedua-duanya bukan hal yang negatif karena kedua-duanya menyesuaikan dengan Market mereka masing-masing. Nah disini akan saya bahas Pricing
Pricing Adalah salah satu yang saat ini menjadi daya tarik dimasyarakat, khususnya Indonesia dan Negara berkembang adalah Market yang masih bersifat Sensitif Price. Akan tetapi khusus di Indonesia mulai banyak bermunculan SMART Customer, yaitu Customer yang mempunyai Sense of Service. Pernah saya mengadakan Kuesioner salah satu Produk diperusahaan tempat saya bekerja, mendapatkan hasil bahwa urutan keinginan customer saya adalah 1. MURAH, 2. Pelayanan dan 3. Value Added.
Kenapa Pricing harus kita kelola dengan baik? Karena secara garis besar dalam penjualan Produk adalah Jika Pricing dikecilkan maka Volume penjualan harus di Naikkan. Nah Komponen-Komponen dari Pricing banyak sekali. Banyak pertanyaan dari para Pengusaha tentang Apakah baik perang harga dengan Kompetitor, jawabannya adalah bisa buruk dan bisa baik. Mari kita ulas tentang strategy pricing ini. Ada 4 Hal yang harus dicermati dalam hal Pricing :
  • Place
    Tempat berjualan menjadi dasar utama tentang Pricing, sebagai contoh sebungkus Popcorn saat dijual dipinggir jalan harga Rp. 6000, dan jika dijual di minimarket harganya Rp.10.000 dan di Bioskop harga Rp. 15.000 dengan bahan dan supplier yang sama. Hal ini menunjukkan Place adalah menjadi salah satu dasar dalam menentukan Pricing.
  • Packaging
    Packaging juga sangat berpengaruh terhadap nilai harga dalam penjualan, akan tetapi Packaging adalah berkaitan secara linier dengan target market anda. Contohnya adalah Keripik pisang dijual perbungkus 200 gram dengan plastik biasa, dihargai hanya Rp. 5000,- dan di sebuah UKM di jember dengan packaging yang sangat bagus, dijual diminimarket dengan harga 15.000,- bahkan diekspor ke luar negeri dengan harga 3 US (sekitar Rp.39.000,-) tetapi hal tersebut sangat dipengaruhi dengan market yang ada dilapangan
  • Value Added
    Value added adalah dengan menambahkan manfaat terhadap produk anda tersebut. Dalam menambahkan Value adalah dengan banyak cara, dengan menambahkan racikan/bahan/manfaat, dengan menambahkan sistem promosi (Hadiah, cashback, diskon dll). Contohnya adalah menjual aplikasi afiliasi, dengan ditambahkan adanya cashback dan juga mempunyai aplikasi mesengger antar membernya. Contohnya adalah aplikasi di google store bebasbayar.
  • Bundling
    Bundling adalah salah satu strategy pricing yang diperusahaan modern sudah menjadi strategy utama, karena saat dalam strategy penjualan dengan bundling, 3 strategy diatas akan dipastikan terakomodir dan juga bisa memperluas Market anda. Contohnya adalah penjualan kompor masak dibundling dengan cairan pembersih alat dapur, nah ini bisa meningkatkan market penjualan kompor, karena market pembeli kompor dan cairan pembersih sangat berdekatan.

Demikian sedikit sharing dari saya
Semoga bermanfaat,


Bagus Cahyono

Rabu, 20 Juli 2016

Langkah Simple Penjualan Sukses

Menjadi Team Bisnis sebuah perusahaan adalah hal yang sangat menantang dan satu langkah Kesuksesan anda secara Pribadi. Hamir 80% Pengusaha Sukses diawali dari menjadi Seorang Marketing. Nah, untuk menjadi marketing Handal, anda harus mempunyai 4 Step ini. Tanpa 4 Step ini anda akan dipastikan 99% GAGAL. 
Mari kita kupas satu persatu 4 Hal dasar tersebut :
  1. Sense of Belonging (Rasa Memiliki)
  2. Looking Inward (melihat ke Internal/Diri)
  3. Make a Target Definition (Mendefinisikan Target Market)
  4. Make a Unique Value Preposition (Membuat Keunikan Produk/Promo)
Dari 4 hal tersebut akan saya jelaskan satu persatu

SENSE OF BELONGING

Rasa memiliki suatu produk yang akan dijual adalah pertama kali yang harus anda lakukan, tanpa Sense of Belonging ini, niscaya anda bisa menjual produk anda.Semisal anda mempunyai Produk Bakso, anda sebagai seorang yang mau menjual Bakso, harus menyukai Bakso anda, dari mulai tampilan, rasa dan tempat. Sebelum anda menyukai Bakso anda tersebut anda tidak akan mempunyai Power of Selling. Sense of Belonging adalah Modal utama dalam interaksi dengan customer, bagaimana anda merasakan Produk anda sendiri dengan bahagia

LOOKING INWARD


Looking Inward adalah bercermin tentang diri anda sendiri, ini lebih berkaitan pada TRUST terhadap customer. Tanyakan diri anda pada cermin, apakah anda sudah dipercaya? Cara jawabnya mudah, anda bisa memulai cara termudah, dengan media sosial. Silahkan buka media sosial anda dan pasanglah status yang menurut anda terbaik dari karya anda. Jika pada status/karya anda yang menurut anda terbaik, tetapi tidak anda yang Komentar atau Like terhadap status/karya anda tersebut, maka bisa dipastikan anda belum dipercaya, Apalagi dalam bisnis atau Selling kepercayaan adalah yang terpenting. Sedangkan orang-orang di media sosial anda adalah orang terdekat dengan anda. Jika pada orang terdekat dengan anda saja belum dipercaya, bagaimana anda bisa menjual produk anda? Cara terbaik solusinya adalah Cari kelemahan Anda dengan banyak interaksi baik dimedia online/Media sosial juga interaksi offline dengan orang-orang disekitar anda. Dari interaksi tersebut akan terlihat dimana kelemahan anda. 

MAKE A TARGET DEFINITION

Make a Target Definition adalah membuat Definisi market anda, Target market mempunyai 4 kelompok utama, antara lain :
  • Closed Market adalah Market yang terdekat dengan anda dan merupakan market dengan konversi closing penjulan yang tinggi dan juga jika anda menerapkan sistem Afiliasi Marketing (Bonus) di kelompok inilah anda akan mendapatkannya, sehingga anda harus benar-benar menggarap kelompok market ini dengan sangat serius. Dan jika anda mengalami kesulitan di step ini, maka anda perlu untuk melihat kembali step 1 dan 2 diatas, apakah sudah sesuai atau belum.
  • Opened Market adalah Market yang keberadaannya sangat dipengaruhi dari market Closed, jika di Market Closed anda gagal, maka market Opened ini dipastikan Gagal. Contoh market Opened adalah Temannya saudara, saudaranya teman, temennya sahabat, Followernya teman-teman FB anda, dsb. dimarket ini kesempatan closing penjualan adalah 50% dari Closed Market
  • Unopened Market adalah Market/Pasar yang sudah anda buat pemetaan data customer tersebut dengan syarat tertentu, seperti batasan usia, pekerjaan,dsb. contohnya adalah penggunaan Tools untuk membuat data customer, pembelian data customer, dsb. Konversi pada market ini sangat minim keberhasilannya tidak lebih dari 10% .
  • General Market adalah Market/pasar yang anda dan calon customer tidak mengenal sama sekali tanpa ada pemetaan sama sekali. Contohnya adalah info di web, sebar brosur dsb.
MAKE A UNIQUE VALUE PREPOSITION

Unique Value Preposition adalah sesuatu yang beda, baik dari segi produk maupun cara Promosi. Ada 3 Hal utama dalam poin ini, antara lain :
  • Ultimate Advantage adalah keunikan terhadap produk baik packaging/pengemasan maupun manfaatnya, contohnya adalah jualan bakso, jika kita jualan Bakso yang sama dengan bakso biasanya, maka kita akan kesulitan dalam bersaing dengan Penjual Bakso yang sudah terlebih dahulu, akan tetapi yang kita jual misalkan bakso berwarna hijau terbuat dari herbal dan bisa mengurangi kolesterol, bakso kita bisa mudah dan cepat dalam penjualannya
  • Sensational Offer  adalah penawaran yang sensasional dan unik. contohnya adalah Beli Bakso 10 mangkok ikut hadiah undian Sepeda Motor. 
  • Powerfull Promise adalah janji yang sangat memuaskan konsumen. Contohnya adalah beli bakso di warung kami, maksimal 5 menit bakso sudah tersedia. Atau contoh lain adalah 30 Menit Pinjaman PASTI CAIR.
Nah Temen-Temen semua, dari semua hal tersebut diatas, marketing/bisnis/penjualan sangat dipengaruhi oleh 2 Faktor, yaitu internal diri kita (Sense of Belonging & Looking Inward) dan external (Target Definition & Promotion). Dan 4 langkah tersebut adalah pondasi dasar kesuksesan dalam bidang bisnis dan penjualan.

Demikian Sharing dari Saya

Bagus Cahyono
Master Penjualan & Personal Branding